Ada Apa Dengan APH, Mafia BBM Merajalela di kecamatan Tutur


 



Pasuruan, Mediaterbaru.com - Dugaan praktik mafia BBM bersubsidi kembali mencuat di wilayah Kabupaten Pasuruan, kali ini sorotan tajam mengarah ke mobil minibus yang berisi puluhan jeriken yang berada di sebuah pom mini di wilayah Nongkojajar Kecamatan tutur. 


Hasil investigasi awak media di lapangan pada Minggu  (06/09/2026), mendapati aktivitas mensuplai BBM yang tampak berlangsung secara terang-terangan tanpa pengawasan pihak yang berwenang.


Di lokasi, tampak sebuah kendaraan minibus jenis espas berwarna merah dengan nopol N 1499 SZ yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas mensuplai pertalite BBM  bersubsidi secara ilegal. 



Sopir minibus espass tersebut mengatakan, barang di dalam kendaraan espass (N 1499 SZ) ini milik seorang bos besar berinisial EN.


“Ini punya bos besar, inisial EN sama,” kata sopir tersebut singkat, sembari gaya menantang menyatakan opo karepe (apa maunya).


Informasi yang dihimpun, pelanggan diduga mafia BBM itu yakni penjual eceran dan kios-kios besar seperti pom mini yang tersebar di sudut wilayah Nongkojajar. 


Mereka telah menjalin kerja sama dengan para pengangsu, sebutan bagi pelaku penimbunan dan distribusi BBM ilegal. Pengangsu bbm bisa leluasa membeli di SPBU setiap hari tanpa hambatan dengan jumlah besar.


Aktivitas tersebut terpantau berlangsung sistematis. Para pengangsu diduga menggunakan berbagai kendaraan untuk mengangkut pertalite dan solar bersubsidi dalam jumlah besar, yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan sektor tertentu sesuai aturan pemerintah.


Ironisnya, praktik yang berlangsung terbuka ini seolah luput dari pengawasan aparat penegak hukum. Publik pun mulai mempertanyakan sikap penegak hukum yang dinilai terkesan tutup mata dan tutup telinga terhadap aktivitas ilegal yang merugikan negara tersebut.


*Red/Tim

Posting Komentar

0 Komentar